Goes to Solo (Part 1)

Kabar gembira nih untuk team excellent karena salah satu team excellent yaitu mas Arif akan melepas masa lajangnya dengan pujaan hatinya. Acaranya di Solo tepatnya di Desa Kulurejo, Wonogiri. Jadi kita semua team excellent ramai-ramai dateng ke Solo untuk menghadiri pernikahannya mas Arif sekaligus jalan-jalan. Asiikkk.

Jumat sore setelah pulang kantor kita ramai-ramai berangkat dari markas. Ada 2 keberangkatan team, team pertama termasuk saya berangkat menggunakan bis agramas. Sedangkan team kedua berangkat menggunakan kereta karena gak kuat alias mabuk jika perjalanan jauh dengan menggunakan bis.

photo6210629577848498507
cieee yang lagi digodain hehe

Bis yang akan kita naiki ini adalah bis double decker agramas jurusan Jakarta – Solo. Jadwal keberangkatan sih seharusnya sekitar jam 16.00 wib tapi ternyata bisnya baru datang sekitar jam 18.25 wib. Kebayang kan 2 jam an kita luntang lantung nungguin bis. Untungnya ramai-ramai jadi ada aja kejadian seru yang bikin kita jadi gak terlalu bosen seperti salah satu team yang di godain sama pengamen waria hehe..

Setelah menunggu 2 jam, akhirnya kita berangkat juga ke Solo. Sebenarnya ini pertama kali saya naik bis tingkat, dan untuk perjalanan yang jauh pula sekitar 12 jam. Untuk fasilitas sebenarnya bis ini cukup bagus, kita dibagikan bantal dan selimut dan disetiap kursinya memiliki LCD yang bisa memutar musik dan film cuma menurut saya agak sempit apalagi untuk yang membawa barang- barang yang cukup besar seperti saya. Memang sih bisa ditaruh di bagasi, tapi karena saya bawa laptop, jadi terpaksa koper saya bawa keatas. Dan Dingin banget ac nya. Semakin malam semakin dingin. Oia kita juga dapet voucher makan yang bisa kita tukarkan di rest area di daerah Cipali. Untuk menu yang saya dapatkan kemarin ialah nasi, bihun goreng, sayur sop, ayam goreng kerupuk dan sambal serta teh manis hangat.

Screenshot_5
Pemandangan dari dalam bis

Setelah sampai di Solo, kita langsung ke kediamannya Mas Arif. Sampai disana, kita disuguhkan beraneka ragam makanan yang enak – enak. Kita juga beristirahat sebentar disana. Sampai akhirnya kita putuskan untuk jalan-jalan sekitar rumahnya Mas Arif. Hamparan padi yang membentang luas, pemandangan yang jarang atau bahkan tidak ditemukan lagi di Bekasi. Indah dan sejuk udaranya. Dan memang pemandangan yang seperti ini yang saya rindukan karena saya sudah jarang pulang kampung.

Setelah dari rumah mas Arif, kita pergi ke Royal Water Adventure yaitu kolam renang di Kota Solo, dengan tiket masuk Rp 30.000/orang. Setelah capek berenang dan sudah waktunya untuk check in hotel, maka team langsung bergegas menuju Fave Hotel.

Menurut saya lokasi Fave Hotel ini cukup strategis karena bersebrangan dengan beberapa mall di Solo seperti Hartono Mall, yang malamnya saya kunjungi bersama Alifa, Denandi dan Ridwan untuk mencari beberapa buku di Gramedia.

photo6210629577848498510
Pemandangan dari dalam hotel
Screenshot_9
Suasana makan malam yang penuh cerita

Hari semakin larut. Badan semakin pegal dan capek. Sehari di Solo sudah saya lalui dengan banyak cerita dan hal baru lagi. Sudah saatnya untuk beristirahat, memulihkan tenaga untuk menghadiri pesta pernikahannya Mas Arif. Penasaran gimana cerita selanjutnya? Masih banyak cerita yang ingin saya share lagi. Insyaallah akan saya sambung lagi di cerita berikutnya..

photo6210629577848498520

photo6210629577848498519
Terimakasih Semua

Pilkada 2018, Pilih Siapa Ya?

Rabu, 27 Juni 2018 Yeayy libur nasional karena hari ini ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia. Pilkada kali ini untuk memilih calon Bupati, Walikota dan Gubernur.

Untuk Bekasi ada 2 pasangan calon Walikota yaitu no urut 1 ada Rahmad Effendi dan Tri Adhianto. Dan pasangan nomor urut dua adalah Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus.

Untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 terdiri dari 4 pasangan yaitu Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Tubagus Hasanuddin – Anton Charliyan (Hasanah), Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik) dan terakhir pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi (Duo DM).

Saya dan keluarga terdaftar di TPS 036. Suasana di sana sudah mulai sepi, karena memang kita sengaja datengnya agak siangan sekitar jam 11.00 WIB. Awalnya sempat bingung juga mau pilih siapa, karena hanya tahu beberapa pasangan saja. Sampai akhirnya searching di google dan membaca biografi dari pasangan – pasangan tersebut.

 

photo6167716635448813668
Suasana di TPS

 

Untuk proses pencoblosannya sendiri cuma memerlukan waktu sebentar saja. Tinggal tunggu nama kita dipanggil setelah menyerahkan surat bahwa kita terdaftar dan juga KTP. Terus isi data diri, setelah itu tinggal coblos di tempat yang sudah disiapkan. Terakhir jari kita dimasukan ke dalam tinta sebagai bukti bahwa kita sudah menggunakan hak suara kita.

 

 

photo6167716635448813669

Ini salah satu untungnya nyoblos karena ada juga tempat belanja/tempat makan/tempat hiburan yang memberikan diskon dengan cara menunjukkan jari kita yang sudah terkena tinta alias sudah ikut nyoblos.

photo6167716635448813667
mana jarimu?

Ayo gunakan hak suara kita dengan baik, no golput. Karena nanti yang merasakan kita juga. Jangan cuma bisa protes kalau nanti yang terpilih tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Siapapun pasangan yang terpilih semoga bisa membuat Indonesia khususnya Bekasi-Jawa Barat bisa menjadi yang lebih baik lagi. Baik dari segi pendidikan, kesehatan, kesempatan bekerja, dll. Dan semoga apa yang mereka janjikan selama masa kampanye bisa dibuktikan dan dijalankan, tidak hanya sekedar menjadi wacana saja. Aamiin..

Pekan Raya Jakarta

Masih dalam liburan lebaran nih, enaknya pergi kemana ya?
Oia berhubung lebaran ini jatuh dibulan Juni bersamaan dengan diadakannya PRJ, seru kali ya kalau pergi kesana.
Screenshot_38
Sumber : Google

PRJ atau Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair yang setiap tahun diadakan untuk memperingati hari ulang tahun Kota Jakarta. Menurut Wikipedia Pekan Raya Jakarta (PRJ) digelar pertama kali di Kawasan Monas tanggal 5 Juni hingga 20 Juli tahun 1968 dan dibuka oleh Presiden Soeharto dengan melepas merpati pos. PRJ pertama ini disebut DF yang merupakan singkatan dari Djakarta Fair (Ejaan Lama). Lambat laun ejaan tersebut berubah menjadi Jakarta Fair yang kemudian lebih popular dengan sebutan Pekan Raya Jakarta.

Namun sekarang PRJ diadakan di daerah kemayoran, dengan membayar tiket Rp 35.000,-/orang kita mendapatkan tiket masuk dan kupon diskon yang bisa kita tukarkan di PRJ.
photo6154225266998749276
Jam buka dan harga tiket PRJ 2018
Untuk ke PRJ saya menggunakan KRL dari stasiun Bekasi dan turun di stasiun Juanda, setelah itu kita bisa menggunakan transportasi yang disediakan oleh pihak PRJ, atau bisa menggunakan busway atau kalau mau cepat bisa menggunakan taksi online.
Terakhir saya ke PRJ waktu saya masih kecil. Suasana disana rame banget. Beraneka ragam produk di jual disana seperti makanan, elektronik, automotif, barang kebutuhan rumah tangga, dll. Banyak diskonnya juga loh.
PRJ itu kan rame banget terus luas, jadi kita harus hati-hati dan pakai outfit yang nyaman untuk digunakan. Kalau kita pingin puterin seluruh PRJ tapi kakinya berasa pegel banget, diPRJ juga menyediakan mobil kecil untuk wara-wiri dengan membayar Rp 6000,- untuk sekali jalan atau Rp 10.000,- untuk pulang pergi.
Makin sore makin rame banget suasana disana. Dan lagi PRJ kali ini bertepatan dengan piala dunia, jadi disana menyediakan layar lebar untuk nobar pecinta bola.
Sekian dulu pengalaman saya ke PRJ kali ini. Seruu.. Insyaallah tahun depan pingin kesana lagi.

Koreaan di Lebaran

Jumat, 15 Juni 2018 bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri 1539H. Akhirnya hari Raya Idul Fitri tiba juga setelah sebulan kita berpuasa. Kesibukan menyambut hari raya pun sudah terasa dari sebelumnya, mulai dari beberes rumah, bikin kue dan masak hidangan khas lebaran.

Screenshot_23
Sumber : Google

Dulu mudik sudah menjadi rutinitas wajib saya dan keluarga setiap tahunnya. Sekarang sanak saudara yang mengunjungi rumah orang tua saya. Keramaian sudah terlihat setelah solat ied, sungkeman saling bermaaf-maafan satu sama lain. Berkumpul, temu kangen, dan bertukar cerita kehidupan sehari-hari sambil menyantap masakan khas lebaran seperti lontong, dll.

Malam harinya, kita putuskan untuk makan diluar saja. Dan kita putuskan untuk makan masakan Korea. Cukup excited karena ini adalah pertama kali untuk saya makan masakan Korea. Untuk masakan Korea sendiri yang saya tahu selalu ada kimchi di setiap penyajiannya. Kimchi itu adalah makanan tradisional Korea, hasil fermentasi sayuran yang diberi bumbu pedas, pertama kali coba kimchi bisa buat mata saya merem melek karena aseem banget rasanya. Sampai kata kakak saya yang asli Bogor bilang kalau asemnya melebihi asinan Bogor. Terus saya pesan mie ramyeon yang disajikannya pakai panci tembaga kuningan gitu. Lumayan enak sih walaupun menurut saya lebih enakan i***mie.

Terus saya juga nyobain topokki, Ddeokbokki atau Tteokbokk atau Topokki merupakan makanan asal Korea yang dibuat dari tteok atau tepung beras yang dimasak dengan bumbu gochujang. Tteok yang digunakan berbentuk seperti batang atau silinder atau ‘stick rice cake’ yang dipotong-potong. Saya suka tekstur topokki kenyal-kenyal gitu, tapi untuk sausnya kurang sesuai sama lidah saya. Terakhir kita pesan dessert berupa es krim gitu tapi pas kita coba ternyata es serut dan agak hambar, rasanya tidak semanis penampilannya. Jadi menurut saya masakan Korea dari penampilannya cukup menarik tetapi untuk rasanya kurang sesuai untuk lidah saya.

Jadi begitulah hari pertama lebaran saya. Semoga tahun depan kita masih dipertemukan lagi dengan hari Raya Idul Fitri. Aamiin.. Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf dan lahir batin ya..

Screenshot_29
Sumber : Google

 

Bukber dan Bukber

Bukber alias buka bersama, istilah yang ada di bulan puasa. Dari awal bulan puasa udah ada ajakan bukber dari grup inilah, itulah, dari si inilah, si itulah. Ada yang udah terlaksana, ada yang hanya sekedar wacana, suka malesin juga sih kalau udah mendekati hari ‘H’ nya ada aja yang cancel. Karena kadang saat bukber lah kita bisa berkumpul lagi.

Untuk bukber dengan keluarga sendiri alhamdulillah hampir setiap minggu terlaksana. Temu kangen dengan sanak saudara yang lain. Bukber di rumah aja, gak mesti harus di restoran kan bukber itu?

Yang penting silaturohimnya, kumpul-kumpulnya. Mendekatkan yang jauh, menyatukan yang sudah tersebar.

Oia karena kesibukan dikantor sebelum lebaran cukup padat, ada yang kunjungan ke klien, ada yang dinas ke luar kota dan saya sendiri sibuk akan tumpukan tagihan yang harus segera diselesaikan sebelum liburan lebaran tiba (alhamdulillah dapat banyak bantuan dari yang lain, terimakasih) jadi kami team excellent baru kemarin mengadakan acara bukber. Bukbernya dirumah pak boss bersama keluarganya. Pak boss cerita awal mula team terbentuk. Awal mula PT. Excellent berdiri. Dan pulangnya kita juga mendapatkan bingkisan lebaran berupa sembako dan kue. Terimakasih Pak Boss dan keluarga.

Oia sudah memasuki liburan lebaran nih. Hari ini hari terakhir kerja sebelum lebaran. Jadinya tadi kita dikasih kesempatan untuk pulang satu jam lebih cepat dari biasanya.  yeeayyy…

Sekian dulu ya tulisan saya kali ini. Saya mau cek grup dulu, siapa tau ada ajakan bukber lagi hehe.

photo6111728193397434391
Acara Bukber di rumah Pak Boss 

Ramadhan Bulan Penuh Berkah

Apa yang kalian suka dari bulan ramadhan?

Kalau saya suka suasananya, auranya entah kenapa berbeda dengan bulan-bulan biasanya. Apalagi kalau mau mendekati lebaran dan saya juga suka saat malam lebaran, suara takbiran yang menggema ke seantero bumi. Hhmm,, Jadi rindu suara takbiran.

Omongin ramadhan saya juga suka saatnya ngabuburit. Oia kalau saya searching di google, ngabuburit itu berasal dari bahasa Sunda yang asal katanya dari burit. Dalam bahasa Sunda burit artinya ‘sore’. Ngabuburit dapat diartikan sebagai kegiatan menunggu sore. Omongin ngabuburit, walaupun jalanannya macet tetap seru aja untuk dilakuin. Banyak pilihan makanannya juga hehe. Tapi entah kenapa ya makanan yang sederhana, gorengan misalnya kalau kita makan setelah puasa, nikmaat rasanya. Itu dia salah satu penyebab kalau Ramadhan timbangan jadi bergerak ke arah kanan terus. Ooh No.

Screenshot_16
Sumber : Google

Ramadhan itu bulan yang penuuh berkah, dan saya rasa keberkahan ramadhan gak cuma dirasakan oleh umat islam saja tapi juga umat agama lain. Contohnya banyak penjual dadakan yang berjualan di bulan ramadhan dan alhamdulilah laris manis dan ada beberapa dari mereka (penjual) yang beragama non muslim tapi juga tetap laris. Contoh lain kalau kita perhatikan ragam acara ramadhan di tv, ada juga artis yang non muslim sebagai salah satu pengisi acara tersebut. Itu berarti kan bulan ramadhan memang bulan yang penuuh berkah buat semua kalangan.

Sekian dulu tulisan saya kali ini. Walaupun kita lagi puasa, jangan jadikan itu sebagai penghambat untuk kita tetap beraktifitas, untuk kita tetap berkarya. Semoga puasanya full ya sampai akhir, dan target ibadah yang lainnya juga tercapai. Aamiin..

Agenda Ramadhan

Tulisan kali ini pingin bahas tentang Ramadhan, mungkin agak telat ya karena sudah memasuki minggu kedua Ramadhan tapi gak apa-apa kali ya. Ramadhan kali ini gak jauh beda dengan Ramadhan sebelumnya cuma ini adalah Ramadhan pertama saya bekerja di PT. Excellent Infotama Kreasindo. Pasti ada perbedaan waktu kerja selama bulan Ramadhan ya. Dan untungnya karena jarak dari kantor ke rumah gak terlalu jauh, saya masih bisa sampai rumah sebelum magrib. Jadi masih bisa bantu nyiapin buka puasa buat keluarga atau masih bisa mampir beli makanan untuk buka puasa dirumah.

Screenshot_13
Sumber : Google

Kalau ngomongin ibadah di bulan Ramadhan gak terlepas dari yang namanya solat teraweh yang makin lama makin maju aja shafnya di masjid. Ngomong-ngomong anak sekolah sekarang masih dapet tugas buat nyatet agenda Ramadhan dan kultum gak ya?? Soalnya kok kalau teraweh saya gak lihat ada yang lagi serius nyatet kultum ya. Jadi inget zaman saya masih SD, setiap Ramadhan pasti dikasih agenda buat catet kegiatan sehari-hari saat Ramadhan termasuk nyatet kultum ini. Terus kalau udah selesai teraweh buru-buru ketemu sama penceramah nya buat minta tanda tangannya. Kadang kalau lagi gak teraweh dimasjid, nyatet ceramahnya dari kultum tv yang sebelum adzan magrib terus minta tanda tangan orang tua deh hehe. Dulu waktu kecil kalau teraweh suka bawa duit buat jajan, lagian tuh abang-abang bukannya solat malah jualan kan jadi tergoda buat jajan.

Ada lagi kejadian waktu kecil yang masih teringat sampai sekarang. Biasalah anak SD kalau lagi liburan sukanya main keluyuran begitupun saya, waktu itu liburan Ramadhan, saya dan teman-teman seseruan main sepeda dari pagi sampai siang, eh pas udah capek baru tuh berasa hausnya pingin batalin puasa tapi takut diomelin orang tua. Akhirnya saya dapet ide gosok- gosokin es batu ke leher biar ademan, abis itu langsung tiduran didepannya kipas angin,, wuuhh langsung masuk angin. Tapi ampuh caranya tuh, alhamdulillah puasanya lanjut sampai magrib. Terus waktu Ramadhan suka nonton sinetron ‘Lorong Waktu’ yang peranin Deddy Mizwar dan suka dengerin lagunya Haddad Alwi feat Sulis ( duh jadi ketahuan angkatannya ya). Emang lucu kalau inget-inget masa kecil tuh. Ada aja kelakuannya.

Sekian dulu tulisan saya kali ini. Semoga kita semua selalu diberikan kelancaran dan kesehatan dalam menjalani ibadah khususnya di bulan Ramadhan. Aamiin.

 

Screenshot_14
Sumber : Google

Motorku sayang, STNK ku malang

Sebenarnya cerita kali ini kurang mengenakan tapi buat sharing juga ya. Sesuai judulnya motorku sayang, stnk ku malang yaa stnk ku yg malang karena harus nginep di kantor polisi alias kena tilang. Sebenarnya yang kena tilang bukan saya tapi anak PKL.  Kejadiannya 2 minggu yg lalu, dihari jumat. Anak PKL dikantor, sebut saja dia Budi (ceritanya nama disamarkan gitu hehe). Hari itu hari terakhir dia magang di kantor. Intinya dia berbuat kesalahan karena tidak membawa STNK, alhasil dia kena tilang di daerah Sumarecon, Bekasi. Dan Budi lagi pinjem motor saya, jadinya STNK saya harus ditahan selama 2 minggu.

Setelah dapet kabar dari Budi bahwa dia habis kena tilang dan motor saya juga sempet ditahan di TKP. Akhirnya saya ditemani HRD kantor, kita datang ke TKP buat ambil motor saya dan siapa tau masih bisa nego gitu hehe. Suasana di TKP rame, banyak polisinya. Banyak juga mobil dan motor yang kena tilang. Jadi memang sepertinya lagi ada operasi zebra di daerah tersebut. Dan setelah ngurus tetek bengeknya, akhirnya saya dapet juga surat cinta berwarna biru dari Pak Polisi alias surat tilang. Yang bikin tambah syok jumlah denda yang tertulis di surat tilang yaitu Rp 1.000.000,- (sejuta ciin) untungnya Pak Boss yang baik hati mau menebus denda tilang tersebut. Terima kasih Pak Boss.

tilang

Dan akhirnya hari ini tiba juga. Pagi-pagi sebelum ke kantor, saya datang ke polres untuk sidang. Saya sengaja datang pagi agar tidak terlalu mengantri. Kebayang kan di hari kedua puasa ramadhan, saya harus datang untuk sidang tilang. Awalnya saya ketemu dan tanya-tanya ke polisi yang lagi standby diluar tentang proses urus tilang. Pak polisi tersebut melihat surat tilang saya dan bertanya pelanggaran apa yang saya lakukan. Setelah saya ceritakan semuanya, polisi tersebut meminta nomer briva yang didapatkan dari sms bank BRI ke no orang yang ditilang/nama yang tertera di surat tilang. Nah, masalahnya nama yang tertera di surat tilang adalah Budi dan si Budi ini susah banget untuk dihubungi. Nomer briva itu semacam nomer rekening yang digunakan untuk membayar denda kita ke bank BRI. Akhirnya saya putuskan untuk tanya ke polisi yang lain siapa tau ada solusinya. Akhirnya Pak polisi tersebut menyuruh saya untuk membuka link www.etilang.info lalu masukan nomer blangko/register yang ada disurat tilang. Alhamdulilah dapet juga no brivanya. Setelah itu saya segera ke bank BRI sesuai arahan Pak Polisi untuk membayar denda saya.

Setelah sampai di bank BRI, saya isi form untuk pelanggar tilang ada 2 lembar gitu. Untung masih sepi banknya jadi tidak terlalu lama mengantri. Sampai juga giliran saya untuk membayar dan petugas teller bertanya apakah saya mau membayar denda sesuai pelanggaran saya atau denda maksimal yang tertera di surat tilang alias yang sejuta itu. Kalau saya membayar sesuai denda maksimal kembaliannya harus saya proses lagi dihari lain. Jadi saya putuskan untuk balik lagi ke polres untuk melihat denda pelanggaran saya karena pikir saya kalau mau repot yaudah repot aja sekalian, gak perlu nunggu sampai besok-besok.

Form Bukti Pembayaran
Form Bukti Pembayaran

Setelah saya sampai di kejaksaan, saya langsung menuju ke papan pengumuman. Hhmm, lumayan banyak juga yang lagi lihat-lihat papan pengumuman, kayak lagi lihat pengumuman kelulusan hehe. Karena hari ini yang sidang banyak, jadi harus teliti untuk mencari nama dan jumlah denda kita. Akhirnya ketemu juga dan jumlah denda yang harus saya bayarkan hanya Rp 250.000,- dari jumlah maksimal Rp 1.000.000,-

Balik lagi saya ke BRI untuk membayar dendanya dan ternyata udah banyak yang antri untuk bayar denda tilang juga. Setelah antri cukup lama akhirnya tiba giliran saya dan saya langsung membayar jumlah denda yang harus saya bayarkan. Dan saya mendapatkan kwitansi pembayaran denda.

Setelah itu saya kembali lagi ke kejaksaan untuk proses selanjutnya yaitu menyerahkan surat tilang,  kwitansi pembayaran denda dan fotocopi KTP (jika kalian membayar denda sesuai jumlah maksimal untuk mendapatkan slip pengambilan kelebihan pembayaran denda). Dan saya mendapat no antrian 154, whuuuhh.. Panas, haus, dan sedikit pengap itu yang saya rasakan disana.

Screenshot_12

Sambil menunggu no saya dipanggil, saya kenalan dengan banyak orang sambil bertukar cerita proses tilang yang menurut mereka kurang cepat penanganannya. Ternyata yang bolak balik gak cuma saya hehe. Banyak juga yang mengeluhkan proses urus tilang sekarang agak ribet. Apalagi buat mereka yang membayarkan jumlah denda maksimal karena ya itu mereka harus urus lagi kembalian uang mereka di hari yang telah ditentukan oleh petugas. Setelah cukup lama menunggu akhirnya no saya dipanggil dan akhirnya saya mendapatkan yang sudah saya rindukan yaitu STNK saya hehe.

Buat pengalaman saya juga. Begini toh rasanya ikut sidang tilang karena baru pertama ini saya ditilang dan ikut sidang tilang. Semoga besok-besok gak kena tilang lagi. Karena selain ribet ngurusnya, uangnya kan masih bisa digunakan untuk hal yang lebih penting lagi. Jadi kita harus lebih disiplin dan taat lagi. Jangan cuma karena ada polisi kita taat peraturan. Karena peraturan dibuat bukan untuk dipuji polisi melainkan untuk keamanan dan keselamatan si pengendara juga. Sekian dulu tulisan saya kali ini semoga bermanfaat dan membantu kalian yang lagi mau urus surat tilang kalian.

Berhati-hati itu Penting

Minggu kemarin melihat kejadian yang lagi-lagi mengingatkan kita untuk fokus dan hati-hati di jalan apalagi ketika sedang berkendara. Iya, pas mau berangkat ke kantor tepatnya di daerah Rawa Panjang, Bekasi  ada truk yang membawa batu terguling di belokan lampu merah. Pas saya lihat sih posisinya udah jatuh dan isinya yaitu seperti batu kapur udah berserakan dimana-mana. Lumayan bikin macet karena memang posisi jatuhnya truk ada ditengah-tengah. Entah karena supir ngantuk, jalanan licin atau memang karena muatannya yang  terlalu berat  sehingga truk bisa jatuh. Saya sih gak lihat ada supirnya disana, cuma ada beberapa polisi di TKP. Ya semoga tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.

Jadi ingat tahun lalu, waktu itu saya dan kakak saya sedang naik motor mau kearah Kemang, Bekasi. Waktu itu jalanan macet banget. Biasanya kalau weekend jalanan memang macet tapi saat itu lebih macet lagi. Biasanya kalau naik motor masih bisa selap selip tapi kali ini merayap. Sempat ngedumel sendiri sih karena macet dan panas. Sampai akhirnya saya tahu kalau ternyata ada yang kecelakaan. Dia pengendara motor juga.  Dan saya lihat sendiri karena korbannya masih di TKP dengan posisi tengkurep dan helm masih menempel di kepalanya.  Tapi darahnya udah berceceran. Saya tidak yakin kalau dia masih selamat, karena memang kondisinya cukup parah. Gemeteran saya ngelihatnya, sampai sekarang saya tulis cerita ini, saya juga jadi gemeteran sendiri. Saat itu yang ada dipikiran saya antara takut, sedih dan kasihan. Entah seperti apa reaksi keluarganya kalau tahu kejadian ini. Saya jadi berpikir sendiri jika saya ada di posisi keluarga korban, sehisteris apa saya jadinya.

Sebenarnya banyak kejadian di jalan yang membuat kita harus berhati -hati lagi oopss lebih ekstra hati-hati lagi dan juga fokus dengan sekitar. Kenapa? Karena mungkin kita sudah hati-hati dan fokus tapi pengendara lain belum tentu kan. Mungkin juga kita jatuh karena kecerobohan pengendara lain. Banyak himbauan-himbauan di jalan seperti ‘Keluargamu Menantimu’ atau ‘Mengantuk, Istirahat dulu’ tapi kita hanya sekedar membaca lalu cuek lagi, tak sedikit pula yang mengabaikan himbauan itu. Padahal himbauan itu dibuat untuk mengingatkan kita bukan hanya sekedar menjadi tulisan. Semoga tulisan saya ini bisa mengingatkan kita lagi betapa pentingnya berhati-hati. Bukan bermaksud menggurui hanya sekedar berbagi, guys.

Antara Aku dan kereta itu

Assalamualaikum

Pernah gak kamu nyebrang ditungguin kereta??

Itu terjadi sama saya loh. Begini ceritanya.

KAI
sumber : google

Sebelumnya saya mau sharing sedikit yang melatarbelakangi saya ingin buat blog salah satunya motivasi dari atasan saya (Pak Boss), beliau sering memberikan sarapan batin sebelum kita mulai kerja, seperti bahwa amalan yang akan kita bawa sampai akhirat ada 3 macam yaitu:

  1. Anak yang berbakti kepada orang tua
    Pak Boss bilang kalian sudah merasa jadi anak yang berbakti kepada orang tua?
  2. Sedekah
    Pak Boss bilang kalian suka sedekah? Ikhlas gak?
  3. Ilmu yang bermanfaat untuk dibagikan ke orang lain. Setidaknya kalau kita gak punya uang untuk dibagikan, kita punya ilmu yang bisa kita berikan kepada orang lain yang insyaallah jadi ladang amal buat kita. Aamiin.

Motivasi itu yang selalu pak boss ingatkan ke kita yang langsung “jleb” kena dihati terus mikir ‘bener juga ya’.

Oia kembali ke cerita ya..

Rute PP rumah – kantor kan memang harus melintasi rel kereta api. Jadi waktu itu jam pulang kantor, seperti biasa kena macet di pelintasan rel kereta karena ada kereta mau lewat. Agak lama tuh nunggunya. Setelah 2 kereta lewat akhirnya palang keretanya kebuka juga tapi alarm keretanya masih bunyi. Akhirnya para pengendara motor termasuk saya mulai bergerak maju, belum juga saya nyebrang saya lihat ada kereta, jalannya pelan sih dan akhirnya berhenti tuh kereta. Saya sempat kaget terus gak sadar keceplosan ngomong ” loh, loh ko ada kereta?”.

Sempat ragu sih mau lanjut nyebrang apa berhenti nih, tapi berhubung kereta berhenti dan antrian belakang klaksonin terus akhirnya saya nekat nyebrang juga sambil terus perhatiin kereta takut keretanya bergerak maju bisa gawat kan. Gak sempet perhatiin sih keretanya apa tapi kayaknya KRL gitu. Mungkin karena yang nyebrang kebanyakan jadinya macet dan lama akhirnya si kereta klaksonin kenceng. Kaget juga sih, untungnya saya sudah nyebrang dengan selamat. Menegangkan tapi lucu juga sih, biasanya kan kita yang nungguin kereta, ini kereta yang nungguin kita hehehe. Tapi tetap kita juga harus hati-hati.

Segitu dulu cerita saya kali ini, semoga bermanfaat, menghibur dan bisa menjadi ladang amal buat saya. Aamiin.

Wasallam.