Menumbuhkan Semangat Juang Sedari Kecil

Akhirnya, saya kembali menulis. Tulisan terakhir saya ternyata sudah cukup lama, tepatnya September 2020. Kalau dipikir-pikir, tidak terasa sudah bertahun-tahun berlalu. Waktu memang benar-benar berjalan begitu cepat. Semoga kali ini saya bisa lebih konsisten untuk kembali menulis.

Untuk tulisan kali ini, saya ingin berbagi sedikit cerita tentang serunya lomba Agustusan yang diikuti anak saya di sekolah. FYI anak saya berumur 5 tahun dan masih semangat untuk mengikuti lomba dan kegiatan yang diadakan disekolahnya.

Untuk lomba kali ini pihak sekolah menyampaikan info terkait acara lomba termasuk list dan pesertanya, dan yang menjadi fokus saya adalah setiap anak diharuskan didampingi oleh ibu/wali perempuannya karena akan ada lomba yang berkaitan dengan ibu dan anak.

Masalahnya, lomba tersebut diadakan pada hari kerja.

Sebagai seorang ibu yang juga bekerja, tentu saya harus mempertimbangkan pekerjaan yang sedang berjalan. Sebenarnya, anak saya bisa saja didampingi oleh Mbak yang suka menjemputnya. Tapi entah kenapa, ada satu hal yang terus terlintas di pikiran saya.

“Bagaimana kalau nanti dia sedih karena ibunya tidak datang?”

Mungkin karena saya pernah merasakan hal yang sama ketika kecil.

Dulu, ada saat-saat ketika ibu saya tidak bisa hadir untuk mendampingi saya dan saya harus ditemani oleh Mbak. Saya masih ingat rasanya melihat teman-teman didampingi oleh ibu mereka, sementara saya tidak.

Bukan berarti saya tidak senang ditemani oleh Mbak. Tetapi, sebagai seorang anak kecil, tentu ada rasa ingin didampingi oleh ibu sendiri. Dan mungkin karena pengalaman itulah, saya tidak ingin anak saya merasakan hal yang sama.

Akhirnya, saya memutuskan untuk mengajukan cuti setengah hari. Kebetulan masih ada sisa cuti setengah hari dari tahun sebelumnya yang sebentar lagi akan hangus.

Singkat cerita hari H pun tiba, perlombaan pun dimulai.

Dari lomba memakai kaos kaki sendiri, memakai kemeja sendiri, memindahkan bola, mengipasi gambar ikan, mencocokan warna sampai yang serunya adalah lomba mencari anak, dimana setiap anak ditutup menggunakan sarung sehingga wajah dan tubuh mereka tidak terlihat. Mereka juga tidak boleh bersuara. Tugas para ibu adalah menemukan anak masing-masing hanya dengan melihat dan meraba kakinya.

Kedengarannya sederhana, ya?

Tapi ternyata susah sekali!

Kalau dilihat sekilas, kaki anak-anak itu hampir terlihat sama semua. Saya pun sibuk mencari ke kanan dan ke kiri, mencoba mengenali kaki anak saya. Sampai akhirnya saya berhasil menemukannya. Sayangnya, ternyata ada ibu lain yang lebih cepat sehingga saya tidak berhasil memenangkan lomba tersebut.

Tapi tidak apa-apa. Yang penting anak saya ketemu. 😆

Setelah seluruh perlombaan selesai, tiba saatnya pengumuman pemenang. Semua hasil lomba direkap dan kemudian dipilih juara 1, juara 2, dan juara 3 baik dari kategori TK A dan TK B.

Dan ternyata…

Anak saya berhasil mendapatkan Juara 2 dari kategori TK A. Hadiah yang didapat berupa medali, perlengkapan sekolah, dan kue. Alhamdulillah.

Sebagai seorang ibu, rasanya senang sekali melihat anak bahagia karena hasil usahanya. Apalagi ketika medali itu dipasangkan di lehernya. Wajahnya terlihat begitu bangga dan senang.

Mungkin bagi orang dewasa, mendapatkan juara 2 dalam lomba Agustusan bukanlah sesuatu yang besar.

Tapi bagi anak saya, itu adalah sebuah pencapaian. Dia sudah mencoba. Dia sudah berusaha. Dan akhirnya, ada hasil yang bisa dia rasakan sendiri.

Dari situ saya berharap dia bisa belajar satu hal sederhana: kalau kita berusaha sebaik mungkin, tidak mudah menyerah, dan selalu diiringi doa, InsyaAllah akan ada hasil baik yang bisa kita petik.

Bukan berarti setiap usaha pasti menghasilkan kemenangan. Karena dalam hidup, kita juga akan mengalami kekalahan dan kegagalan. Tetapi saya ingin dia belajar bahwa kalah bukan berarti harus menyerah.

Oh iya, medali yang didapat sebenarnya bukan medali sungguhan. 😄

Medalinya terbuat dari kertas yang dilaminating, bertuliskan “Juara 2”, kemudian diberi pita untuk dikalungkan di leher.

Sederhana sekali.

Tapi medali itu akan saya simpan dan saya letakkan di lemarinya. Saya ingin medali kecil itu menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian selalu dimulai dari keberanian untuk mencoba.

Hari ini mungkin hanya mendapatkan medali kertas dari lomba Agustusan. Besok mungkin mendapatkan sesuatu yang lebih besar. Dan suatu hari nanti, semoga dia benar-benar bisa mendapatkan medali yang asli dari perjuangan dan kerja kerasnya sendiri.

Dan semoga saya sebagai ibunya, selalu bisa hadir untuk menemani setiap prosesnya. 🥹

Aamiin..

Perayaan Ulang Tahun Excellent

26 Agustus adalah tanggal bersejarah untuk PT Excellent Infotama Kreasindo dimana tanggal tersebut adalah tanggal ulang tahunnya Excellent. Untuk merayakan peristiwa penting itu, Excellent mengadakan beberapa acara yang seru. Para panitia pun mulai dibentuk untuk mempersiapkan acara ulang tahun tersebut. Perayaan acara ulang tahunnya memang tidak dirayakan di hari H, karena tanggal tersebut jatuh pada hari Rabu, sehingga untuk acaranya diundur menjadi hari Jumat dan Sabtu.

 

Read More

Layanan Excellent SMTP Relay & Mail Gateway

 

117 juta+ total email terkirim, dengan rata-rata 200 ribu email per hari dan 1.5 juta email per minggu, itulah jumlah statistik salah satu layanan utama di Excellent yaitu layanan Excellent SMTP Relay : https://www.excellent.co.id/smtp Meski belum sebesar jumlah statistik sendgrid, mandrill, sparkpost dan layanan sejenis diluaran, jumlah statistik pengiriman email ini terus bertambah setiap harinya. Read More

Tanaman Pembersih Udara

Di zaman seperti ini  dimana banyak virus dan bakteri yang bisa bertahan hidup di udara sehingga mampu untuk menularkan berbagai macam penyakit. Kita harus meningkatkan daya tahan tubuh dengan berbagai macam cara, baik dari segi makanan dan aktifitas. Kualitas udara juga harus kita perhatikan. Sebab, kualitas udara yang buruk, baik itu di dalam atau di luar rumah, bisa memiliki efek samping merugikan, terutama untuk kesehatan. Read More

Kreasi Seru = Cooking Time

Kantor tempat saya bekerja masih menerapkan sistem WFH. Jadi masih betah dirumah aja. Untuk menghindari rasa bosen dirumah, kita harus pandai menghabiskan waktu dengan kegiatan yang positif. Salah satunya melakukan hobi kita. Salah satu hobi saya adalah memasak. Kalau udah masak dan menghasilkan makanan yang enak serta disukai oleh banyak orang, ada kepuasan tersendiri. Read More

Meterai Asli dan Palsu

Salah satu pekerjaan saya sebagai staff accounting yaitu membuat dan menyiapkan tagihan atau berkas administrasi tentunya tidak asing dengan meterai tempel. Sebuah dokumen yang sudah ditempelkan meterai dan ditandatangani oleh pihak-pihak terkait, maka dokumen tersebut akan memiliki kekuatan hukum. Read More

Wash Your Hand

Tangan adalah media penularan bakteri yang sangat dekat dengan kita. Karena tangan adalah salah satu anggota badan yang sering sekali kita gunakan untuk menyentuh atau memegang sesuatu. Tak sengaja pula tangan kita menyentuh mata, hidung atau mulut padahal tangan kita sudah penuh dengan bakteri. Tangan kadang terlihat bersih secara kasat mata namun tetap mengandung kuman. Read More

Berperan Serta Melawan Corona

Masih membahas mengenai corona, salah satu virus yang beberapa minggu ini sangat meresahkan kita. Tidak lagi hanya di Wuhan China, virus ini sudah menyebar ke hampir semua negara termasuk Indonesia. Banyak cara dan kebijakan yang diambil oleh masing-masing negara. Mulai dari penyemprotan disinfektan sampai lockdown wilayah atau negara. Read More

WFH untuk Mencegah Corona

Akibat virus corona yang saat ini sedang viral, banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk melindungi warganya. Seperti menggunakan masker saat berada diluar ruangan, cuci tangan menggunakan sabun, menghindari keramaian dan melakukan aktivitas di dalam rumah. Virus corona ini memang menjadi hal yang mengkhawatirkan. Mungkin karena penularannya yang cepat.
Read More

Akhir Perjalanan, Bekasi I’m Coming

Kamis, 19 Maret 2020

Hari ini hari terakhir saya di Kediri. Hari terakhir saya juga untuk perjalanan kali ini. Hari ini saya akan pulang ke tempat dimana saya tinggal yaitu Bekasi. Tak terasa sudah seminggu berlalu. Seminggu sudah tak bertemu langsung dengan keluarga dirumah. Mungkin agak sedikit berlebihan, tapi saya rindu keluarga dirumah. Read More