Mengingatkan dan Menagih

Salah satu pekerjaan saya sebagai team accounting dan finance adalah mengingatkan dan menagih tagihan ke klien. Mulai dari kirim email, WA dan telepon.

Mengingatkan tagihan klien via email adalah cara pertama saya untuk menagih ke klien. Biasanya saya mengirim email tagihan tersebut beberapa kali. Di email tersebut saya menyertakan tanggal jatuh tempo serta nominal yang harus dibayarkan.

Cara kedua yang saya lakukan adalah mengingatkannya melalui WA atau telegram. Biasanya saya lakukan cara ini jika sampai tanggal jatuh temponya klien masih belum ada informasi untuk pembayaran.

Lalu cara ketiga adalah dengan menelepon ke pihak klien perihal tagihan yang belum juga dibayarkan. Biasanya cara ini saya gunakan jika sampai jatuh tempo pembayaran sudah lewat berhari-hari namun belum ada informasi juga dari klien.

 

 

Susah susah gampang sih sebenarnya untuk mengingatkan tagihan klien ini. Ada klien yang baru sekali diingatkan langsung bayar. Ada juga yang harus berkali-kali diingatkan baru dibayar.

Kadang ada juga alasan klien menunda pembayaran yang membuat saya agak sedikit emosi.

Padahal kalau dipikir-pikir perusahaan tempat saya bekerja masih cukup santai dan fleksibel dalam menangani tagihan klien. Terbukti tidak jarang kami memberikan kelonggaran waktu pembayaran sampai yang klien janjikan. Dan kami pun tidak sampai menagih dengan cara mengancam atau tanpa aturan.

Sebenarnya saya tipe orang yang gak enakan kalau nagih utang ke orang lain. Ada beberapa teman yang utang ke saya yang sampai saat ini belum terbayarkan. Cuma karena ini uang perusahaan jadi enak gak enak harus tetap saya tagih.

Mungkin ada cara ampuh lainnya yang belum saya gunakan? Bisa info ke saya ide dan solusinya, comment dibawah ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *