Pilkada 2018, Pilih Siapa Ya?

Rabu, 27 Juni 2018 Yeayy libur nasional karena hari ini ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia. Pilkada kali ini untuk memilih calon Bupati, Walikota dan Gubernur.

Untuk Bekasi ada 2 pasangan calon Walikota yaitu no urut 1 ada Rahmad Effendi dan Tri Adhianto. Dan pasangan nomor urut dua adalah Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus.

Untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 terdiri dari 4 pasangan yaitu Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Tubagus Hasanuddin – Anton Charliyan (Hasanah), Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik) dan terakhir pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi (Duo DM).

Saya dan keluarga terdaftar di TPS 036. Suasana di sana sudah mulai sepi, karena memang kita sengaja datengnya agak siangan sekitar jam 11.00 WIB. Awalnya sempat bingung juga mau pilih siapa, karena hanya tahu beberapa pasangan saja. Sampai akhirnya searching di google dan membaca biografi dari pasangan – pasangan tersebut.

 

photo6167716635448813668
Suasana di TPS

 

Untuk proses pencoblosannya sendiri cuma memerlukan waktu sebentar saja. Tinggal tunggu nama kita dipanggil setelah menyerahkan surat bahwa kita terdaftar dan juga KTP. Terus isi data diri, setelah itu tinggal coblos di tempat yang sudah disiapkan. Terakhir jari kita dimasukan ke dalam tinta sebagai bukti bahwa kita sudah menggunakan hak suara kita.

 

 

photo6167716635448813669

Ini salah satu untungnya nyoblos karena ada juga tempat belanja/tempat makan/tempat hiburan yang memberikan diskon dengan cara menunjukkan jari kita yang sudah terkena tinta alias sudah ikut nyoblos.

photo6167716635448813667
mana jarimu?

Ayo gunakan hak suara kita dengan baik, no golput. Karena nanti yang merasakan kita juga. Jangan cuma bisa protes kalau nanti yang terpilih tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Siapapun pasangan yang terpilih semoga bisa membuat Indonesia khususnya Bekasi-Jawa Barat bisa menjadi yang lebih baik lagi. Baik dari segi pendidikan, kesehatan, kesempatan bekerja, dll. Dan semoga apa yang mereka janjikan selama masa kampanye bisa dibuktikan dan dijalankan, tidak hanya sekedar menjadi wacana saja. Aamiin..

Pekan Raya Jakarta

Masih dalam liburan lebaran nih, enaknya pergi kemana ya?
Oia berhubung lebaran ini jatuh dibulan Juni bersamaan dengan diadakannya PRJ, seru kali ya kalau pergi kesana.
Screenshot_38
Sumber : Google

PRJ atau Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair yang setiap tahun diadakan untuk memperingati hari ulang tahun Kota Jakarta. Menurut Wikipedia Pekan Raya Jakarta (PRJ) digelar pertama kali di Kawasan Monas tanggal 5 Juni hingga 20 Juli tahun 1968 dan dibuka oleh Presiden Soeharto dengan melepas merpati pos. PRJ pertama ini disebut DF yang merupakan singkatan dari Djakarta Fair (Ejaan Lama). Lambat laun ejaan tersebut berubah menjadi Jakarta Fair yang kemudian lebih popular dengan sebutan Pekan Raya Jakarta.

Namun sekarang PRJ diadakan di daerah kemayoran, dengan membayar tiket Rp 35.000,-/orang kita mendapatkan tiket masuk dan kupon diskon yang bisa kita tukarkan di PRJ.
photo6154225266998749276
Jam buka dan harga tiket PRJ 2018
Untuk ke PRJ saya menggunakan KRL dari stasiun Bekasi dan turun di stasiun Juanda, setelah itu kita bisa menggunakan transportasi yang disediakan oleh pihak PRJ, atau bisa menggunakan busway atau kalau mau cepat bisa menggunakan taksi online.
Terakhir saya ke PRJ waktu saya masih kecil. Suasana disana rame banget. Beraneka ragam produk di jual disana seperti makanan, elektronik, automotif, barang kebutuhan rumah tangga, dll. Banyak diskonnya juga loh.
PRJ itu kan rame banget terus luas, jadi kita harus hati-hati dan pakai outfit yang nyaman untuk digunakan. Kalau kita pingin puterin seluruh PRJ tapi kakinya berasa pegel banget, diPRJ juga menyediakan mobil kecil untuk wara-wiri dengan membayar Rp 6000,- untuk sekali jalan atau Rp 10.000,- untuk pulang pergi.
Makin sore makin rame banget suasana disana. Dan lagi PRJ kali ini bertepatan dengan piala dunia, jadi disana menyediakan layar lebar untuk nobar pecinta bola.
Sekian dulu pengalaman saya ke PRJ kali ini. Seruu.. Insyaallah tahun depan pingin kesana lagi.

Koreaan di Lebaran

Jumat, 15 Juni 2018 bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri 1539H. Akhirnya hari Raya Idul Fitri tiba juga setelah sebulan kita berpuasa. Kesibukan menyambut hari raya pun sudah terasa dari sebelumnya, mulai dari beberes rumah, bikin kue dan masak hidangan khas lebaran.

Screenshot_23
Sumber : Google

Dulu mudik sudah menjadi rutinitas wajib saya dan keluarga setiap tahunnya. Sekarang sanak saudara yang mengunjungi rumah orang tua saya. Keramaian sudah terlihat setelah solat ied, sungkeman saling bermaaf-maafan satu sama lain. Berkumpul, temu kangen, dan bertukar cerita kehidupan sehari-hari sambil menyantap masakan khas lebaran seperti lontong, dll.

Malam harinya, kita putuskan untuk makan diluar saja. Dan kita putuskan untuk makan masakan Korea. Cukup excited karena ini adalah pertama kali untuk saya makan masakan Korea. Untuk masakan Korea sendiri yang saya tahu selalu ada kimchi di setiap penyajiannya. Kimchi itu adalah makanan tradisional Korea, hasil fermentasi sayuran yang diberi bumbu pedas, pertama kali coba kimchi bisa buat mata saya merem melek karena aseem banget rasanya. Sampai kata kakak saya yang asli Bogor bilang kalau asemnya melebihi asinan Bogor. Terus saya pesan mie ramyeon yang disajikannya pakai panci tembaga kuningan gitu. Lumayan enak sih walaupun menurut saya lebih enakan i***mie.

Terus saya juga nyobain topokki, Ddeokbokki atau Tteokbokk atau Topokki merupakan makanan asal Korea yang dibuat dari tteok atau tepung beras yang dimasak dengan bumbu gochujang. Tteok yang digunakan berbentuk seperti batang atau silinder atau ‘stick rice cake’ yang dipotong-potong. Saya suka tekstur topokki kenyal-kenyal gitu, tapi untuk sausnya kurang sesuai sama lidah saya. Terakhir kita pesan dessert berupa es krim gitu tapi pas kita coba ternyata es serut dan agak hambar, rasanya tidak semanis penampilannya. Jadi menurut saya masakan Korea dari penampilannya cukup menarik tetapi untuk rasanya kurang sesuai untuk lidah saya.

Jadi begitulah hari pertama lebaran saya. Semoga tahun depan kita masih dipertemukan lagi dengan hari Raya Idul Fitri. Aamiin.. Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf dan lahir batin ya..

Screenshot_29
Sumber : Google

 

Bukber dan Bukber

Bukber alias buka bersama, istilah yang ada di bulan puasa. Dari awal bulan puasa udah ada ajakan bukber dari grup inilah, itulah, dari si inilah, si itulah. Ada yang udah terlaksana, ada yang hanya sekedar wacana, suka malesin juga sih kalau udah mendekati hari ‘H’ nya ada aja yang cancel. Karena kadang saat bukber lah kita bisa berkumpul lagi.

Untuk bukber dengan keluarga sendiri alhamdulillah hampir setiap minggu terlaksana. Temu kangen dengan sanak saudara yang lain. Bukber di rumah aja, gak mesti harus di restoran kan bukber itu?

Yang penting silaturohimnya, kumpul-kumpulnya. Mendekatkan yang jauh, menyatukan yang sudah tersebar.

Oia karena kesibukan dikantor sebelum lebaran cukup padat, ada yang kunjungan ke klien, ada yang dinas ke luar kota dan saya sendiri sibuk akan tumpukan tagihan yang harus segera diselesaikan sebelum liburan lebaran tiba (alhamdulillah dapat banyak bantuan dari yang lain, terimakasih) jadi kami team excellent baru kemarin mengadakan acara bukber. Bukbernya dirumah pak boss bersama keluarganya. Pak boss cerita awal mula team terbentuk. Awal mula PT. Excellent berdiri. Dan pulangnya kita juga mendapatkan bingkisan lebaran berupa sembako dan kue. Terimakasih Pak Boss dan keluarga.

Oia sudah memasuki liburan lebaran nih. Hari ini hari terakhir kerja sebelum lebaran. Jadinya tadi kita dikasih kesempatan untuk pulang satu jam lebih cepat dari biasanya.  yeeayyy…

Sekian dulu ya tulisan saya kali ini. Saya mau cek grup dulu, siapa tau ada ajakan bukber lagi hehe.

photo6111728193397434391
Acara Bukber di rumah Pak Boss 

Ramadhan Bulan Penuh Berkah

Apa yang kalian suka dari bulan ramadhan?

Kalau saya suka suasananya, auranya entah kenapa berbeda dengan bulan-bulan biasanya. Apalagi kalau mau mendekati lebaran dan saya juga suka saat malam lebaran, suara takbiran yang menggema ke seantero bumi. Hhmm,, Jadi rindu suara takbiran.

Omongin ramadhan saya juga suka saatnya ngabuburit. Oia kalau saya searching di google, ngabuburit itu berasal dari bahasa Sunda yang asal katanya dari burit. Dalam bahasa Sunda burit artinya ‘sore’. Ngabuburit dapat diartikan sebagai kegiatan menunggu sore. Omongin ngabuburit, walaupun jalanannya macet tetap seru aja untuk dilakuin. Banyak pilihan makanannya juga hehe. Tapi entah kenapa ya makanan yang sederhana, gorengan misalnya kalau kita makan setelah puasa, nikmaat rasanya. Itu dia salah satu penyebab kalau Ramadhan timbangan jadi bergerak ke arah kanan terus. Ooh No.

Screenshot_16
Sumber : Google

Ramadhan itu bulan yang penuuh berkah, dan saya rasa keberkahan ramadhan gak cuma dirasakan oleh umat islam saja tapi juga umat agama lain. Contohnya banyak penjual dadakan yang berjualan di bulan ramadhan dan alhamdulilah laris manis dan ada beberapa dari mereka (penjual) yang beragama non muslim tapi juga tetap laris. Contoh lain kalau kita perhatikan ragam acara ramadhan di tv, ada juga artis yang non muslim sebagai salah satu pengisi acara tersebut. Itu berarti kan bulan ramadhan memang bulan yang penuuh berkah buat semua kalangan.

Sekian dulu tulisan saya kali ini. Walaupun kita lagi puasa, jangan jadikan itu sebagai penghambat untuk kita tetap beraktifitas, untuk kita tetap berkarya. Semoga puasanya full ya sampai akhir, dan target ibadah yang lainnya juga tercapai. Aamiin..