Koreaan di Lebaran

Jumat, 15 Juni 2018 bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri 1539H. Akhirnya hari Raya Idul Fitri tiba juga setelah sebulan kita berpuasa. Kesibukan menyambut hari raya pun sudah terasa dari sebelumnya, mulai dari beberes rumah, bikin kue dan masak hidangan khas lebaran.

Screenshot_23
Sumber : Google

Dulu mudik sudah menjadi rutinitas wajib saya dan keluarga setiap tahunnya. Sekarang sanak saudara yang mengunjungi rumah orang tua saya. Keramaian sudah terlihat setelah solat ied, sungkeman saling bermaaf-maafan satu sama lain. Berkumpul, temu kangen, dan bertukar cerita kehidupan sehari-hari sambil menyantap masakan khas lebaran seperti lontong, dll.

Malam harinya, kita putuskan untuk makan diluar saja. Dan kita putuskan untuk makan masakan Korea. Cukup excited karena ini adalah pertama kali untuk saya makan masakan Korea. Untuk masakan Korea sendiri yang saya tahu selalu ada kimchi di setiap penyajiannya. Kimchi itu adalah makanan tradisional Korea, hasil fermentasi sayuran yang diberi bumbu pedas, pertama kali coba kimchi bisa buat mata saya merem melek karena aseem banget rasanya. Sampai kata kakak saya yang asli Bogor bilang kalau asemnya melebihi asinan Bogor. Terus saya pesan mie ramyeon yang disajikannya pakai panci tembaga kuningan gitu. Lumayan enak sih walaupun menurut saya lebih enakan i***mie.

Terus saya juga nyobain topokki, Ddeokbokki atau Tteokbokk atau Topokki merupakan makanan asal Korea yang dibuat dari tteok atau tepung beras yang dimasak dengan bumbu gochujang. Tteok yang digunakan berbentuk seperti batang atau silinder atau ‘stick rice cake’ yang dipotong-potong. Saya suka tekstur topokki kenyal-kenyal gitu, tapi untuk sausnya kurang sesuai sama lidah saya. Terakhir kita pesan dessert berupa es krim gitu tapi pas kita coba ternyata es serut dan agak hambar, rasanya tidak semanis penampilannya. Jadi menurut saya masakan Korea dari penampilannya cukup menarik tetapi untuk rasanya kurang sesuai untuk lidah saya.

Jadi begitulah hari pertama lebaran saya. Semoga tahun depan kita masih dipertemukan lagi dengan hari Raya Idul Fitri. Aamiin.. Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf dan lahir batin ya..

Screenshot_29
Sumber : Google

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *