Dibalik Gelap

Untuk kalian yang berada di Jabodetabek dan di sekitaran Pulau Jawa, beberapa hari lalu pasti mengalami padam listrik atau mati listrik serentak. Biasanya kalau mati lampu hanya di beberapa area saja. Untuk kali ini secara bersamaan pemadaman listrik dirasakan di beberapa daerah di Pulau Jawa.

Tidak hanya listrik, lampu lalu lintas atau traffic light juga tak berfungsi. Bahkan sinyal internet dan ponsel pun hilang seketika. PLN menyatakan pemadaman terjadi akibat gangguan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran dan Pemalang. Gangguan transmisi terjadi karena kelebihan beban listrik, khususnya di Jakarta, Bekasi, dan Banten.

Benda bernama lilin pun menjadi primadona yang dicari banyak masyarakat. Gemerlapnya lampu yang biasa menyinari di waktu malam hari kini padam. Digantikan dengan secercah cahaya lilin. Gelap, panas hanyalah sedikit hal yang kita rasakan disaat mati lampu tiba.

Namun dibalik gelap ini mengajarkan kita untuk banyak bersyukur. Gelap dan panas yang kita rasakan malam ini hanyalah beberapa jam saja dari keseharian kita menikmati listrik. Coba bayangkan bagaimana saudara-saudara kita yang ada di pelosok Indonesia yang mungkin belum merasakan manfaat dari listrik.

Mereka yang masih mengandalkan alam untuk bertahan hidup. Tapi justru mereka itu yang lebih kreatif. Mereka yang bisa lebih berjuang. Mereka yang lebih “tahan banting” daripada kita.

Saya pernah membaca satu artikel ‘ Bisakah Kita Hidup Tanpa Listrik?’ Dan diartikel tersebut menjelaskan bahwa sebenarnya kita bisa hidup tanpa listrik terbukti di zaman dulu manusia bisa beraktifitas tanpa adanya listrik. Hanya saja karena digitalisasi yang sudah mengubah kebiasaan kita semua. Menyebabkan kita ketergantungan akan listrik.

Padahal kalau kita lihat sisi positifnya, mati lampu itu saat yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan saudara, kembali menjalin silaturohim. Kenapa saat yang tepat? Ya karena, orang-orang disekitar kita juga tidak dapat menjalani rutinitas sehari-harinya. Sama-sama tidak tertuju pada dunianya sendiri-sendiri alias gadgetnya.

Listrik itu merupakan salah satu kebutuhan hidup kita. Kita tak bisa lepas dari listrik. Memasak, mandi, belajar, bekerja atau apapun itu menggunakan listrik. Bijaklah dalam penggunaan listrik. Jangan boros, karena yang merasakan dampaknya kita-kita juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *