Menuju Alam

Minggu, 15 Maret 2020

Hari kedua di Malang. Udara pagi nan dingin khas Malang langsung menyambutku. Hari ini rencananya saya akan ke Kota Batu. Dahulu Kota Batu merupakan bagian dari kabupaten Malang. Namun sekarang menjadi kota administratif yang terkenal dengan potensi keindahan alamnya yang luar biasa. Memikirkannya saja sudah seru. Daripada pusing memikirkan corona mending saya melipir ke daerah yang sejuk seperti Batu. Kebetulan saya punya kenalan di Kota Batu. Jadi saya langsung hubungi dia, untuk jadi tourguide saya. Namanya Mba Lia.

Saat saya sampai di Batu, langsung disambut dengan megahnya gunung. Masya Allah indah sekali. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Kusuma Agrowisata. Didalam Kusuma Agrowisata ini terdapat area penginapan, kusuma wisata petik buah (apel, jeruk, jambu, strawberry, naga, durian), kusuma waterpark, de tjangkul, spot foto yang keren yang dikelilingi oleh Gunung Arjuna, Gunung Welirang dan Gunung Panderman. Harga tiket masuknya beragam. Tergantung paket wisata yang dipilih. Mulai dari Rp45.000 sampai Rp150.000.- Kamu juga akan mendapatkan fasilitas makan buah, jus dan snack.

Kusuma waterpark

Begitu tiket masuk didapatkan, kita akan disambut oleh petugas yang nantinya akan menjadi tourguide kita selama di Kusuma Agrowisata. Begitupun saya yang mendapatkan tourguide yang baik hati dan sabar. Pengunjung juga diantar via mobil sampai ke perkebunan apel, jeruk, dll. Buah yang pertama saya petik adalah apel. Saya diajari cara memetik apel. Apel yang kami petik namanya Apel Rome Beauty.

Mobil untuk antar jemput pengunjung ke perkebunan

Apel ini teksturnya lebih lembut dibandingkan Apel Manalagi. Rasanya lebih segar dan kadar airnya lebih banyak sehingga apel ini cocok untuk diolah menjadi cuka, jus dan dodol. Sedangkan untuk tekstur Apel Manalagi lebih keras dan cruncy serta rasanya lebih manis sehingga cocok untuk diolah menjadi keripik. Pengunjung dapat memetik buah apel ini sebanyak 2 buah dan bisa dibawa pulang. Biasanya masa panen apel bisa 2-3 kali dalam setahun.

Lalu kami diantar ke kebun buah yang lainnya yaitu buah jeruk. Buah jeruk yang saya petik namanya Baby Jova. Walaupun kulitnya hijau namun jeruk ini rasanya manis. Cara makannya harus dipotong menggunakan pisau karena kulit jeruk ini lebih tebal dibandingkan jeruk pada umumnya. Sama halnya seperti apel, pengunjung berhak memetik 2 buah jeruk yang bisa dibawa pulang. 1 pohon jeruk ini biasanya berisi sekitar 10 kg. Seru rasanya bisa memetik buah dan berada diantara banyak pohon yang berbuah. Sayangnya saat saya kesini pohon buah naga dan strawberry belum siap panen. Padahal saya ingin memetik buah-buah itu langsung dari pohonnya.

Pohon buah naga
Pohon buah strawberry
Pohon buah durian

Setelah puas memetik buah, saya diantar menuju lokasi selanjutnya yaitu de tjangkul. Jadi de tjangkul ini semacam area utama. Di area ini juga kita bisa membeli buah yang dijual ditempat ini. Tidak hanya buah saja yang dijual. Ada juga kacang makadamia yang disebut sebagai kacang termahal sedunia. Disini juga dijual beraneka macam bibit buah, sayur dan bunga.

Kacang Macadamia
Sayuran hidroponik

Diarea ini juga terdapat 6 spot foto yang keren. Mulai dari sepeda udara, ayunan terbang, balon udara, rumah terbalik, rumah pertanian dan rumah belanda. Disini juga menyewakan kostum seperti kostum Korea, Jepang, dll. Namun untuk bisa menyewa kostum dan mencoba 6 spot foto tersebut harus membayar lagi.

Setelah puas bercocok tanam, saya lanjut ke Museum Angkut. Untuk masuk ke museum ini harus membayar sebesar Rp100.000.- Sesuai namanya museum ini berisikan bermacam-macam kendaraan. Banyak koleksi kendaraan museum Angkut seperti alat transportasi yang belum menggunakan mesin atau tradisional seperti sepeda ontel, pedati, dokar, becak sampai kendaraan modern menggunakan tenaga listrik semua ada disini. Tidak hanya kendaraan dari Indonesia saja namun kendaraan dari berbagai negara.

Replika helikopter pertama RI

Koleksi kendaraan di museum Angkut berada tiap-tiap ruangan yang dibagi per-zona di lantai bertingkat tiga. Disana juga terdapat replika pesawat kepresidenan. Mulai dari ruang kerja, meja makan, dll. Hanya saja saat saya masuk ke replika pesawat ini, sudah banyak pengunjung yang penasaran dan berpose untuk mengabadikan moment tersebut.

Di luar gedung museum Angkut,  terdapat pasar apung.  Di pasar apung, disajikan pemandangan pasar unik menawarkan berbagai jajanan pasar dan makanan tradisional khas Malang.  Disana penjual juga menyediakan berbagai merchandise, sehingga pengunjung bisa membeli berbagai souvenir yang nantinya dijadikan oleh-oleh.

Setelah dari Museum Angkut, saya dan Mbak Lia mengunjungi Alun-alun Kota Malang dan Masjid An Nur. Alun-alun dan masjid agung adalah tempat favorit saya jika berkunjung ke suatu Kota yang baru saya datangi. Karena menurut saya dari alun-alun dan masjid agung kita bisa mendapatkan suasana khas kota tersebut. Alun-alunnya ramai sekali dipenuhi warga yang berkumpul dan berekreasi bersama keluarga.

Info Mbak Lia ada makanan khas yang wajib dicoba di Batu yaitu Ketan Legenda. Letaknya ada di sebrang alun-alun. Akhirnya saya mencoba makanan tersebut. Saya pesan yang rasa original yaitu campuran antara ketan, kelapa dan bubuk kedelai. Rasanya gurih. Ada juga rasa yang lainnya. Jadi sesuai selera mau yang rasa manis atau asin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *