Pengelolaan Keuangan

Salah satu pekerjaan saya di kantor adalah mengelola petty cash atau uang operasional kantor. Ada suka ada dukanya. Gampang gampang susah mengelola petty cash itu.

Kadang suka gak enak kalau harus meminta ‘jatah’ uang tambahan untuk keperluan operasional kantor. Tapi bagaimana lagi memang pengeluarannya lagi butuh banyak. Kadang uang cash ditangan saya cuma sekedar lewat. Karena harus diambil lagi, dikeluarkan lagi.

Setiap pengeluaran petty cash ini langsung dicatat di laporan pengeluaran operasional kantor. Dari laporan itu akan saya input lagi di aplikasi keuangan kantor. Sehingga ada bukti tertulis setiap pengeluaran kantor.

Setiap bidang usaha memang memerlukan petty cash atau kas kecil, hal ini bertujuan untuk membiayai pengeluaran operasional kantor yang nominalnya relatif kecil. Contohnya untuk pembelian alat tulis kantor atau jamuan tamu dll.

Salah satu keuntungan pekerjaan saya ini bisa membuat saya lebih bertanggung jawab lagi akan keuangan. Dan sedikit banyak bisa saya terapkan di kehidupan pribadi saya. Bisa mengelola keuangan pribadi secara lebih bijak lagi. Mengeluarkan yang harus dikeluarkan dan meminimalisasi pemborosan dengan tidak belanja yang tidak diperlukan.

Dulu saya menggunakan salah satu aplikasi pengelolaan keuangan di hp, namun awal-awalnya saja yang rajin. Tapi kesini-sininya jadi jarang di update. Tapi saya tetap mencatat pengeluaran atau pemasukan khususnya yang berkaitan dengan hutang piutang, agar tidak terlupakan.

Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran uang kita memang penting. Agar kita bisa memantau pergerakan uang kita. Apakah untung atau rugi. Jika untung, uang yang disimpan untuk tabungan dan investasi kita bisa menjadi lebih banyak. Namun jika keadaan sebaliknya, maka kita bisa mengoreksi pengeluaran terbesar apa yang sudah terpakai dan bagaimana cara mensiasatinya agar kedepannya tidak terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *